DETEKSI BAHAN KIMIA OBAT PADA JAMU PEGAL LINU: KAJIAN AUTENTIKASI MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
DOI:
https://doi.org/10.62702/iontech.v7i2.199Kata Kunci:
BKO, Jamu Tradisional, KLT, Parasetamol, Pegal LinuAbstrak
Tingginya minat masyarakat terhadap obat tradisional didukung oleh persepsi bahwa jamu memiliki keamanan yang lebih baik dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan obat modern. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh produsen yang tidak bertanggung jawab untuk menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) ke dalam produk jamu secara ilegal. Salah satu BKO yang ditemukan pada produk jamu pegal linu adalah parasetamol. Penggunaan parasetamol secara tidak tepat dapat meningkatkan risiko efek toksik, terutama terhadap hati. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan parasetamol pada jamu pegal linu yang beredar di Pasar Deprok, Cipinang Muara, menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan lima sampel jamu pegal linu yang diperoleh dari beberapa toko jamu menggunakan teknik accidental sampling. Identifikasi dilakukan menggunakan lempeng silika gel GF254 sebagai fase diam dan campuran kloroform:metanol (9:1) sebagai fase gerak. Pengamatan bercak dilakukan di bawah sinar ultraviolet 254 nm dan 366 nm dengan membandingkan nilai retention factor (Rf) sampel terhadap baku pembanding parasetamol dan kontrol positif. Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai Rf sampel A sebesar 0,80, sampel B sebesar 0,56, sampel C sebesar 0,60, sampel D sebesar 0,34, dan sampel E sebesar 0,44. Berdasarkan kesesuaian nilai Rf dengan baku pembanding dan kontrol positif, identifikasi parasetamol pada masing-masing sampel ditentukan berdasarkan bercak yang memiliki nilai Rf yang sama atau mendekati baku pembanding dalam sistem KLT yang digunakan.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License .


