FORMULASI DAN EVALUASI KARAKTERISTIK FISIK CLAY MASK BUBUK LABU KUNING (Cucurbita moschata) BERBASIS BETA-KAROTEN
DOI:
https://doi.org/10.62702/iontech.v7i2.191Kata Kunci:
Betacaroten, Masker Clay, Labu Kuning, Kosmetik Wajah, Betacaroten, Masker Clay, Labu Kuning, Kosmetik WajahAbstrak
Betakaroten merupakan senyawa karotenoid alami yang dikenal sebagai provitamin A dan memiliki aktivitas antioksidan. Salah satu sumber alami betakaroten adalah labu kuning (Cucurbita moschata D.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar betakaroten dalam bubuk daging buah labu kuning menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT), memformulasikannya sebagai bahan aktif dalam sediaan masker clay, serta mengevaluasi karakteristik fisik sediaan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar betakaroten dalam bubuk daging buah labu kuning sebesar 5,306 mg/g. Sampel menunjukkan waktu retensi yang relatif berdekatan dengan standar betakaroten, dengan waktu retensi sampel sebesar 6,143 dan 6,115 menit, sedangkan standar memiliki rata-rata waktu retensi 6,180 menit. Bubuk daging buah labu kuning kemudian diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu F1 (1%), F2 (1,5%), dan F3 (2%). Hasil evaluasi fisik menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki karakteristik organoleptis yang relatif seragam, homogen, serta memiliki nilai pH masing-masing sebesar 6,15; 5,40; dan 5,47. Waktu pengeringan F1, F2, dan F3 masing-masing sebesar 15 menit 43 detik, 19 menit 20 detik, dan 21 menit 27 detik. Pengujian viskositas menunjukkan penurunan nilai viskositas seiring dengan peningkatan RPM yang menunjukkan kecenderungan perilaku aliran pseudoplastis. Berdasarkan hasil penelitian, bubuk daging buah labu kuning berpotensi digunakan sebagai bahan aktif dalam formulasi sediaan masker clay.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License .


