KAJIAN INTERAKSI ANTAROBAT DAN HUBUNGANNYA DENGAN POLIFARMASI PADA PASIEN SKIZOFRENIA

Authors

  • Andi Ahriansyah Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Mutawalli Sjahid latief Institut Sains dan Teknologi Al-kamal

DOI:

https://doi.org/10.62702/ion.v7i1.160

Keywords:

Potensi Interaksi Antarobat, Polifarmasi, Skizofrenia, Rekam Medis

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang memengaruhi cara berpikir, persepsi, afek, dan perilaku sehingga memerlukan terapi jangka panjang. Dalam praktik klinis, pasien skizofrenia sering menerima beberapa obat secara bersamaan (polifarmasi) untuk mengendalikan gejala dan menangani penyakit penyerta, namun hal ini dapat meningkatkan risiko masalah terkait obat, terutama potensi interaksi antarobat (PIAO). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi PIAO serta menganalisis hubungannya dengan jumlah obat pada pasien skizofrenia rawat jalan di salah satu rumah sakit pemerintah di Jakarta. Penelitian deskriptif analitik retrospektif dengan rancangan potong lintang dilakukan pada periode Januari–Juni 2025. Dari 357 pasien, diperoleh 15 rekam medis yang memenuhi kriteria (usia ≥18 tahun, diagnosis skizofrenia sebagai diagnosis utama, data lengkap, serta menerima minimal dua obat dalam satu kunjungan). Data karakteristik pasien dan terapi dikumpulkan, PIAO diidentifikasi dari kombinasi obat dan diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan, kemudian hubungan jumlah obat (<3 vs ≥3) dengan PIAO dianalisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio (OR). Mayoritas pasien berusia 46–55 tahun (53,3%) dan sebagian besar tidak memiliki penyakit penyerta (73,3%). Antipsikotik yang paling banyak digunakan adalah risperidone (46,7%) dan clozapine (33,3%), serta 66,7% pasien menerima ≥3 obat. PIAO ditemukan pada seluruh resep (15/15; 100%) dengan total 26 kejadian, didominasi tingkat moderate (73,08%) dibanding mayor (26,92%). Interaksi tersering adalah risperidone–triheksifenidil (15,38%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah obat dan PIAO (p=0,591; OR 0,444; 95%CI 0,022–9,032). Temuan ini menegaskan perlunya pemantauan terapi dan peran farmasi klinik untuk meminimalkan risiko interaksi, terutama pada kombinasi antipsikotik dan obat pendamping

Published

2026-02-28

How to Cite

Ahriansyah, A., & latief, M. S. (2026). KAJIAN INTERAKSI ANTAROBAT DAN HUBUNGANNYA DENGAN POLIFARMASI PADA PASIEN SKIZOFRENIA. ISTA Online Technologi Journal, 7(1), 51-62. https://doi.org/10.62702/ion.v7i1.160

Issue

Section

Original Research Article