UJI ANTIOKSIDAN DAN FORMULASI CLAY MASK EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis Sativus L.) DENGAN ADSORBEN BENTONIT DAN KAOLIN

Authors

  • Yulis adriana Yul Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Keywords:

Kata kunci : Buah mentimun, Antioksidan, Clay mask, Uji hedonik

Abstract

Kulit akan mulai menua seiring bertambahnya usia. Banyak variabel, baik internal maupun eksternal tubuh, berkontribusi pada proses penuaan. Kerusakan kulit dapat disebabkan oleh faktor eksternal tubuh, seperti paparan sinar matahari, kerutan, sisik, kekeringan, dan pecah-pecah adalah tanda-tanda kerusakan kulit. Untuk memulihkan penampilan kulit, ada beberapa cara penanganan salah satu diantaranya adalah penggunaan antioksidan. Mentimun dapat mengurangi mata bengkak, menghaluskan dan mengencangkan kulit, mengurangi noda pada wajah, menetralkan kulit berminyak, mencegah kerutan wajah, dan memperlambat penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak mentimun dapat diformulasikan dalam sediaan masker wajah berbentuk clay dan untuk mengetahui nilai IC50 ekstrak buah mentimun pada clay mask. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental yaitu dengan membuat ekstrak buah mentimun menggunakan metode maserasi, dilanjutkan uji antioksidan ekstrak buah mentimun menggunakan metode peredaman radikal bebas menggunakan pereaksi DPPH, dan formulasi sediaan clay mask ekstrak buah mentimun dalam 3 formula dengan perbadaan konsentrasi bentonit dan kaolin, serta dilakukan uji stabilitas terhadap sediaan clay mask ekstrak buah mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mentimun dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan clay mask dengan nilai IC50 pada ekstrak buah mentimun dalam rentang kuat yaitu sebesar 89,60 bpj, hasil dari 3 formulasi clay mask ekstrak buah mentimun berwarna hijau muda, bau khas mentimun dan bentuk nya setengah padat, serta hasil uji stabilitas yang telah dilakukan selama 4 minggu menunjukkan clay mask ekstrak buah mentimun stabil dalam penyimpanan.

 

 

Published

2024-02-05